THOUGHT&BOOK

Efisiensi Waktu dalam Menyelesaikan Artikel, Ini 5 Triknya!

Lebih produktif dan fokus. 


                 Menulis artikel sangat berbeda dengan menulis fiksi atau jenis tulisan yang lain. Idealnya sebuah artikel memiliki bahasa yang praktis dan jelas. 

Namun dalam praktiknya membuat sebuah artikel bisa dikatakan gampang-gampang susah, karena persoalan muncul ketika ide tulisan malah melebar kemana-mana. Alih-alih selesai malah justru akan kebingungan ketika menentukan kapan harus berhenti dan apakah informasi yang kita sampaikan sudah cukup? 

Untuk mengatasinya, coba kita cek poin-poin di bawah ini:

1. Temukan ide yang paling menarik dan buat kerangka tulisan
Ide dapat ditemukan dalam berbagai bentuk dan dari mana saja. Mulai dari apa yang pernah kita alami sendiri, hal-hal yang terjadi di sekitar, dan apapun yang menarik perhatian.

Namun, kita juga harus membatasi ide yang seringkali datang berbarengan dan membuat bingung "mau nulis yang mana dulu nih?" 

Biasanya dari beberapa ide yang terpikirkan akan muncul dorongan yang lebih kuat, maka tulislah salah satu ide tersebut dari informasi terkini yang harus segera kita letakkan dalam sebuah kerangka tulisan. 

Misalnya ide mengenai kesehatan, ternyata akhir-akhir ini terjadi sesuatu yang serius karena masyarakat cenderung mengabaikan kesehatan. Maka tulislah mengenai pentingnya kesehatan, faktor-faktor yang berbahaya bagi kesehatan dan cara menjaga kesehatan dengan benar. 
     
2. Lakukan riset mendalam perihal ide yang akan ditulis
Setelah kerangka tulisan siap, maka proses selanjutnya akan lebih terarah. Yaitu saatnya kita melakukan riset lebih dalam dan mengumpulkan beberapa referensi yang berbeda. 

Lakukan proses ini dengan benar karena riset yang akurat akan menentukan kualitas sebuah tulisan. 

Referensi tersebut bisa dari buku, jurnal-jurnal terkait dan hasil penelitian terbaru yang dipublikasikan. Dan hindari mencomot referensi dari tulisan orang lain yang bukan dari sumber aslinya, karena sumber asli tentunya akan objektif sementara yang sudah disadur orang lain cenderung lebur menjadi subjektif. 

3. Batasi ruang lingkup riset sesuai kerangka tulisan
Ketika tengah mencari referensi biasanya kita akan menemukan banyak informasi terkait, hanya saja apakah informasi itu signifikan dalam menjelaskan tulisan yang ingin kita sampaikan? 

Nah, lagi-lagi kita akan dituntut jeli dalam memilih dan memilah informasi apa saja yang paling esensial dan mendukung efektivitas artikel yang akan kita tulis. Bahkan dengan kerangka tulisan saja perhatian kita seringkali terpecah ketika informasi yang kita dapatkan terlalu banyak.

Misalnya nih, referensi yang kita butuhkan adalah mengenai faktor-faktor berbahaya bagi kesehatan. Lalu kita juga menemukan informasi yang membicarakan bahwa sebenarnya faktor-faktor tersebut dapat ditekan dengan dukungan beberapa hal lain. Sebaiknya kita fokus saja pada informasi yang tidak bercabang dan jika masih tertarik pada informasi yang lain, tuangkan itu pada artikel berikutnya. 

4. Tuangkan ide dan hasil riset dalam sebuah tulisan informatif
Ini adalah tahap di mana kita berhenti mencari referensi karena sepertinya sudah cukup. Kemudian mulailah fokus menulis dan menulis sesuai kerangka tulisan dan masukan semua referensi yang sudah dikumpulkan. 

Artikel adalah salah satu bentuk tulisan yang bersifat informatif sehingga tujuan kita menulisnya pun adalah menyampaikan informasi berdasarkan ide tulisan dan didukung dengan referensi terkini dalam kalimat yang tidak bertele-tele. 

5. Beri batasan dalam proses penyuntingan
Batasan yang dimaksud adalah berapa kali sih idealnya kita harus mengevaluasi dan mengoreksi tulisan? 

Tentunya hal ini tergantung dari kebiasaan penulis, tetapi untuk efisiensi waktu kita perlu menahan diri untuk melakukannya berulang-ulang kali. 

Misalnya kita hanya melakukanya dua kali, pertama cek susunan kalimat, informasi yang disampaikan dan tanda baca. Lalu, baca kembali tulisan tersebut untuk melihat apakah masih terdapat pilihan kalimat yang bertele-tele. Jika ya, langsung saja lakukan penyuntingan mengganti pilihan kata, merubah struktur kalimat atau hapus saja jika tidak berpengaruh pada informasi paragraf. 

               Bagaimana? Apakah sudah siap menjadi penulis artikel yang produktif dengan waktu yang efisien? 






*) pict by freepik.com

No comments:

Post a Comment