THOUGHT&BOOK

Review Buku: Rahasia Selma - Linda Christanty

Tangga-tangga kayu melapuk, lantai kamar yang terbuat dari tripleks makin melengkung ke bawah. Atap selalu bocor di musim hujan.... Tiang lampu di ujung jalan terlihat bengkok, kurus, dan karatan... cahayanya yang suram. Ia menuntun mereka melalui tepi sungai limbah ini.... Di salah satu kakus umum yang terletak di pinggir sungai itu, ia berjongkok sambil merenungi air keruh mengalir... Sebuah bangku.... empat kaki yang mulai keropos digerogoti rayap... 

"Sang istri mengukur harkat suaminya dari jumlah uang yang dibawa pulang, makin sedikit andil pihak laki-laki dalam uang belanja, makin rendah mutu pelayanan wanita. Bila andil tadi mencapai titik nol persen, maka rumah bukan lagi tempat yang nyaman untuk pulang."
  Kupu-Kupu Merah Jambu.

11 cerita pendek yang ada di dalam buku ini gak akan mengecewakan untuk dibaca. Dan yang meninggalkan kesan mendalam buat saya adalah cerita ini, kupu-kupu merah jambu. Rahasia Selma pertama kali di terbitkan tahun 2017, tulisan seorang Linda Christanty. 

Ia sangat pandai mengaduk-aduk emosi pembaca (khususnya saya) melalui cerita-cerita pendek yang ia tulis. Akhir dari cerita yang tak terduga dan sepanjang cerita yang akan membuat kita berpikir dan berempati. Kisah dalam buku ini penuh dengan pesan moral yang amat dekat dengan kehidupan masyarakat kita, walaupun Linda Christanty selalu mengambil sudut penceritaan dari sesuatu yang tragis dan miris, mempertimbangkan nilai paling rendah dalam tatanan sosial, dan menyuguhkan gambaran yang gak pernah kita pikirkan bahwa manusia bisa sebegitu dangkalnya.

Well, ini memang bacaan yang bisa dibilang cukup berat atau bisa juga sangat sederhana namun dengan makna yang sangat dalam. Kenapa saya bilang bacaan ini cukup berat? karena bagi saya, butuh konsentrasi penuh untuk menyelesaikan membaca buku ini, kalimat-kalimatnya dapat menjebak jika sedikit saja kita lengah. Lalu, kenapa bisa sangat sederhana dengan makna yang dalam? Yup, karena cerita didalamnya sangat dekat dengan kehidupan sekitar kita, walaupun kita gak pernah membayangkan jauh di dalamnya ada sesuatu yang kelam.
Misalnya saja, dalam cerita Kupu-Kupu Merah Jambu. Cerita tentang seorang waria yang membunuh pria yang membayarnya,  ia hidup di lingkungan yang sangat kumuh dan terbuang. Latar belakang keluarga yang berantakan, persis seperti yang muncul di berita-berita kriminal Tribun Online.

Atau Rahasia Selma sendiri? Cerita seorang anak perempuan yang kesepian sebetulnya, ia tumbuh dalam keluarga yang penuh rahasia abu-abu. Kedua orang tua yang berperilaku tak senonoh, guru olah raga yang mesum, dan banyak hal yang terjadi padanya yang membuat saya prihatin. Betapa banyak predator diantara sesama manusia.

Saya jadi mengerti setelah merenungkan kembali buku ini melalui ulasan ini, bahwa kenapa kumpulan cerita pendek di sini diberi judul 'Rahasia Selma' mengambil salah satu judul cerita pendek di dalamnya. Selma yang tanpa sengaja memiliki rahasia, dan rahasia-rahasia buram di baliknya. Buku ini, secara keseluruhan cerita-cerita di dalamnya, memiliki satu warna yang sama. Sisi gelap dalam diri manusia. Rahasia yang tak pernah ingin mereka buat dengan sendirinya menjadi bagian dari jati diri dan kehidupan mereka.

Saya mendengar suara yang serupa di dalam buku ini, suara-suara dari lorong yang tersembunyi. Ada keprihatinan yang dalam ingin Linda Christanty ungkapkan melalui cerita-cerita pendeknya ini.

Ya, barangkali begitu. Namun buku ini sangat layak dibaca yang akan memperkaya imajinasi dan jiwa kritis kita. Sayangnya saya belum membaca karya Linta Christanty yang lainnya, barangkali buku ini akan mengantarkan saya untuk membaca buku-bukunya yang lain :)
Oh ya, mengenai Linda Christanty sendiri, ia adalah salah seorang penulis dan wartawan kelahiran Bangka Belitung yang sudah mendapatkan berbagai penghargaan dalam ajang kepenulisan baik dalam maupun luar negeri. Rahasia Selma sendiri pernah mendapatkan penghargaan Khatulistiwa Literary Award tahun 2010.


*)SourceImage: Google.


No comments:

Post a comment