THOUGHT&BOOK

Energi Positif di pagi hari



Tiga puluh menit di pagi hari, apa yang bisa kita lakukan? tentu banyak sekali. Sebagai ibu rumah tangga (walaupun saya belum memiliki anak) dan sebagai seorang pekerja di luar rumah, tentunya setiap waktu yang terlewat sangat berarti. 

Kali ini saya pingin menarik detail apa yang bisa terjadi dalam sehari kedalam tulisan tiga puluh menit ini. Saya bangun pukul 04.00 pagi, biasanya saya mulai dengan membaca sedikit artikel kemudian mempersiapkan sarapan saya dan suami, setelahnya beberes sedikit kerjaan di dapur. Membangunkan suami beberapa menit sebelum adzan Subuh, karena ia harus ke Masjid. Di sela-sela itu, saya menyempatkan menulis apapun yang terlintas dikepala saya, yah itung-itung latihan kan ya :) sembari diskusi kecil bersama suami tentang aktivitas keseharian. 

Kemudian kami berdua kembali pada laptop masing-masing, suami saya terbiasa menulis dan mengerjakan website dimulai setelah sholat subuh. Katanya, kesegaran menjelang pagi hari akan membawa energi positif dan mampu menangkap inspirasi lebih jernih. Jadi, sebetulnya suami saya adalah salah satu penulis yang saya tiru habit-nya untuk menulis, hahaha...

Saya terbiasa menulis dengan full musik dan larut dalam dunia saya sendiri. Tiga puluh menit berlalu, selanjutnya saya akan menyiapkan seragam ke kantor, lalu mandi dan bersiap. Saya terbiasa diantar oleh suami jika hendak kemana-mana, karena suami saya sudah full time freelancer jadi ia bebas mengatur waktunya dan menemani saya. Dan dalam ini, saya juga ingin menirunya, saya ingin lebih banyak waktu menulis dan membaca. 

Di kantor akan dimulai dengan doa pagi, aktivitas seperti biasa dan mungkin akan ada beberapa hal yang bisa memicu konflik dalam pekerjaan. Konflik di sini bukan sesuatu yang akan memecah team work ya, hanya sedikit perbedaan pendapat, karena setiap orang memiliki sudut pandang berbeda dalam menghadapi sesuatu. Justru ini yang menjadi tantangan saya setiap hari, namun dari hari ke hari saya banyak belajar dari lingkungan saya, melalui berbagai perbedaan dan kesamaan perspektif. Latar belakang dan motivasi seseorang akan membentuk karakternya, baik hal itu akan tampak ketika ia sendiri atau tanpa sadar jadi refleksi ketika dalam sebuah komunitas.

So, kita wajib banget memiliki satu cara pandang yang friendly, diantara beragam cara pandang kita yang paling identik. Dengan begitu, kita bisa selalu mendominasi dengan pikiran positif. Inilah positive vibes :)





*)Source Image: Inc.uprint.id



No comments:

Post a Comment